Menyusul versi sedan yang sudah lebih dulu hadir, PT Honda Prospect Motor (HPM) turut meluncurkan Civic dengan format hatchback bernama Civic Hatchback. HPM pun sangat yakin menyebut selling point terkuat dari Civic Hatchback adalah perawakannya yang lebih seksi. Tak lain berkat format bodi hatchback yang membuat buritannya tampil lebih aduhai.

Tampaknya kami setuju. Buritan yang lebih pendek dari sedan menghasilkan kesan bokong yang lebih padat dan enak dilihat. Kenyataannya, Honda menyempurnakan keseksian Civic Hatchback dengan memberi paras lebih dinamis.

Lihat saja motif sarang lebah di bumper depan-belakang itu. Ukurannya masif dan ini sukses membuatnya terkesan seperti mobil balap yang butuh aerodinamika maksimal. Di buritan pun ada tak hanya 1 tapi 2 spoiler sekaligus. Di atas dan di bawah kaca belakang. Alhasil, wujud Civic Hatchback jadi sangat agresif jika dibanding versi sedan.

Bagi Anda yang berjiwa dinamis, eksterior seperti ini mungkin akan menggugah selera. Tapi bagi sebagian orang, agresivitas tampilannya bisa jadi terasa berlebihan.

Masuk ke dalam, Anda akan menemukan tampilan dasbor yang mirip dengan versi sedan. Perbedaan ada pada head unit (HU) yang meski sama-sama berukuran 7 inci, tapi framenya lebih kecil dan terlihat seperti HU aftermarket.

Lalu soal fitur HU. Milik hatchback ini tak memiliki GPS navigasi dan tanpa sambungan WiFi (tether). Untunglah ia tetap dilengkapi DVD player, telefoni Bluetooth, sambungan USB dan HDMI.

Hal menarik datang dari jok penumpang depan. Jika pada sedan pengaturan reclining dan sliding dilakukan secara manual, di Civic Hatchback ini pengaturannya sudah bertenaga elektris.

Sudah kami ulas pada artikel First Drive sebelumnya bahwa legroom belakang lebih sempit dari versi sedan. Ini disebabkan karena Honda memajukan sandaran jok belakang demi memaksimalkan ruang kargo yang lebih pendek. Tapi kami yakin ini bukan masalah besar karena toh legroom itu masih cukup untuk memberi rasa nyaman.

Bagaimana hasil tes performa? Ini dia yang menarik. Pada uji akselerasi 0-100 km/jam, Civic Hatchback menyelesaikannya dalam 7,5 detik. Angka itu 0,2 detik lebih cepat dari versi sedan. Catatan itu, lebih cepat dari VW Golf 1.4 TSI yang menjadi rival langsung Civic Hatchback dengan figur 8,3 detik.

Saat diajak bermanuver kencang pun Civic Hatchback terasa meyakinkan. Karakter Honda yang cenderung rigid suspensinya memberi dampak positif saat ia membelok di kecepatan tinggi. Akurasi setir juga oke dengan feedback yang riil kendati power steering yang digunakan bertipe elektris.

Lalu soal transmisi. Seperti versi sedan, Civic Hatchback menggamit model CVT yang unggul di soal kehalusan penghantaran tenaga. Tapi sayang transmisi ini minim entakan yang justru mengurangi keasyikan berkendaranya.

Transmisi yang halus itu juga supportif meraih efisiensi BBM. Di rute dalam kota ia meraih 13,5 km/l sedangkan di rute tol dengan kecepatan rata-rata 90 km/jam, ia mengukir 20,1 km/l. Impresif untuk mobil bertampang gahar dengan akselerasi 0-100 km/jam kurang dari 8 detik.

Masih disayangkan adalah peredaman kabin. Melaju di atas 60 km/jam, suara road noise masih masuk ke interior dan ini cukup mengganggu karena semakin mendengung seiring pertambahan kecepatan.

Terakhir tak kalah penting adalah harga. Unit yang kami tes ini adalah tipe E yang merupakan tipe termahal. Ia dilego Rp 438 juta yang artinya jauh lebih murah dari Civic sedan tipe Prestige (flagship) yang harganya Rp 483 juta. Lebih jauh, ia juga tetap lebih murah dari VW Golf 1.4 TSI (CKD) yang banderolnya Rp 475 juta. Tertarik?

Sumber: Autobild

BAGIKAN